Call me Mizu, Mijuh, Mira (if you are ma real world friend). Indonesian, 22 years old. . RP-er . Ryokubita's admin . Fangirl . internet addict . love cupcakes so damn much . charas list : http://tinyurl.com/3vvkcvd
Catching Elephant is a theme by Andy Taylor
Sedikit lagi sampai di pagar. Setelah itu, Susan bisa bebas, dia bisa kembali ke rumahnya dan mencari perkerjaan lagi dengan memasang papan baru untuk mencari majikan yang manusiawi. Tidak peduli pada siulan nyaring yang bisa ia tangkap dari indera pendengarannya.
“Grr! GUK GUK GUK GUK GUK!”
Toleh ke belakang. Menemukan seekor anjing dengan ukuran tubuh sedang, berlari cepat ke arahnya dengan mulut terbuka lebar, menampakkan gigi tajam. Sebentar, Susan malah menghentikan larinya sedetik, otaknya mulai berkerja, dia harus berlari lebih kencang dari anjing itu. Jangan mau kalah.
“GYAAAAAAAA. KENAPA ADA ANJING, SIH?!” teriaknya sambil berlari, jantungnya sudah berdebar kencang. Dia takut anjing, sumpah. Apalagi sekarang dia yang dikejar. Tarik napas panjang-panjang, ia pun berlari ke arah taman, ada pohon yang cukup tinggi disana, segera saja gadis remaja ini memanjat pohon dengan mudah, naik ke sebuah ranting yang semoga saja kuat menahan tubuhnya. Beruntunglah yang mempunyai sisi tomboy, hobinya memanjat pohon buah, apalagi kalau lagi panen dirumahnya dulu.
“Syuuh. Syuuuh. ANJING JELEK PERGI SANA DARIKU!” sambil melempar patahan ranting tipis pada hewan peliharaan galak itu.
(Source: summercupcakes)

Kecepatan mobil yang ia naiki kian memelan. Memberi tanda kalau dia sudah tiba di rumah majikannya, deru sedan pun berhenti. Susan yang masih cemberut dengan pandangan lurus yang tidak ia lepas daritadi harus menoleh ke sampingnya. Dari balik jendela sebelah majikannya, dia memperhatikan rumah majikannya yang sangat besar, mewah, oke, orang kaya asli, tidak diragukan lagi dengan sifat sombongnya yang bikin gadis remaja ini.. muak.
.
.
.
Seharusnya dia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Tapi, rasanya malas sekali. Minatnya untuk berkerja di rumah paman Abbot sudah terkikis sedikit demi sedikit selama perjalanan menuju rumahnya, layaknya wajan yang kotor lalu dibersihkan dengan cairan sabun cuci piring. Lama-lama minatnya itu habis. Ditelan bumi.
Hah.
Tunggu. Tiba-tiba ide untuk kabur muncul begitu saja pada otak encernya. Susan segera membuka pintu mobil, tanpa berbicara sepatah kata apapun pada majikannya. Lalu ia tutup, kemudian kedua tungkai kakinya bukannya berbelok ke dalam rumah, melainkan menuju pagar rumah otomatis.
1.
2.
3.
LARI. Jangan menoleh kebelakangmu, Susan. Ada.. ada…
Lanjutkan sendiri.